Mengapa Ikan Patin Sering Disalahpahami?

Ikan patin (Pangasius) merupakan salah satu komoditas ikan air tawar terpopuler di Indonesia. Namun, ada kalanya ikan ini dituduh berbau tanah (lumpur) atau dinilai memiliki kandungan lemak berlebih. Benarkah demikian?
Mitos 1: Daging Ikan Patin Berbau Lumpur
Bau lumpur atau geosmin terjadi jika ikan dipelihara di kolam tergenang berlumpur tebal. Di SiPujuk Farm, ikan patin dibesarkan di kolam mandiri air mengalir Koto Panjang. Sirkulasi air segar yang konstan menjamin ikan patin tumbuh lincah dengan daging yang bersih, padat, dan bebas bau tanah.
Mitos 2: Lemak Patin Kurang Sehat
Faktanya, lemak pada patin didominasi Asam Lemak Tak Jenuh (MUFA & PUFA) serta kaya Omega-3 dan Omega-6. Asam lemak baik ini sangat esensial bagi perkembangan sel otak anak dan membantu menurunkan kolesterol jahat dalam darah.
Memilih produk patin yang dibesarkan di kolam air bersih dan diolah secara terstandardisasi adalah rahasia untuk menikmati kelezatan patin sehat sesungguhnya.
